Tahun 2026 membuka lembaran baru bagi penggemar gacha dan RPG dengan kehadiran Arknights: Endfield. Setelah penantian panjang sejak pengumuman perdananya, spin-off dari franchise populer Arknights ini akhirnya siap menyapa pemain global pada 22 Januari 2026. Berbeda drastis dari pendahulunya yang mengusung tower defense, Endfield berani melangkah ke ranah 3D real-time RPG dengan elemen strategi yang kental.
Sebagai penulis yang telah mengikuti perkembangan industri game digital secara intensif, saya melihat Hypergryph (melalui label penerbitan GRYPHLINE) tidak sekadar “mengganti kulit”. Mereka membangun sebuah ekosistem permainan yang ambisius. Namun, apakah eksekusinya sepadan dengan hype yang dibangun? Mari kita bedah lebih dalam aspek gameplay, visual, dan fitur unik yang ditawarkan game ini.
Transformasi Gameplay: Dari Menara ke Medan Perang Terbuka
Perubahan paling mencolok tentu terletak pada mekanik permainannya. Jika Anda terbiasa duduk manis mengatur operator di kotak-kotak strategis, bersiaplah untuk aksi yang jauh lebih dinamis.
Sistem Combat Real-Time Strategis
Arknights: Endfield menghadirkan sistem pertarungan real-time di mana pemain mengendalikan satu karakter utama sambil memberi komando pada tiga anggota tim lainnya. Transisi antar karakter terasa sangat fluid. Pemain dapat dengan mudah mengganti kontrol dari Endministrator ke Perilica atau operator lain untuk memicu elemental reaction yang destruktif.
Meskipun mengusung aksi cepat, elemen strategi tetap menjadi fondasi utama. Anda tidak bisa sekadar menekan tombol serangan secara membabi buta. Pemain harus memperhatikan cooldown skill, posisi musuh, dan sinergi antar operator. Mekanik ini memberikan kedalaman taktis yang memuaskan, terutama saat menghadapi boss battle yang menuntut ketepatan waktu dalam melakukan dodge dan counter-attack.
Eksplorasi Dunia Talos-II
Dunia Talos-II tampil sebagai planet yang indah namun mematikan. Peta permainan dirancang dengan konsep semi-open world yang luas. Setiap area memiliki bioma unik, mulai dari gurun tandus hingga fasilitas teknologi tinggi yang terbengkalai. Eksplorasi di Talos-II penuh kejutan. Di balik reruntuhan, Anda bisa saja menemukan sumber daya langka, musuh tersembunyi, atau log data misterius bertuliskan kode acak seperti pupuk138 yang menambah kedalaman misteri lore dunia ini.
Selain itu, kehadiran fitur kendaraan dan alat bantu navigasi seperti zipline membuat penjelajahan menjadi lebih menyenangkan. Developer berhasil menciptakan keseimbangan yang pas antara area kosong yang memberikan skala epik dan titik-titik minat yang padat akan aktivitas.
Fitur Unggulan: Automated Industry Complex (AIC)
Salah satu aspek yang paling membedakan Arknights: Endfield dari kompetitornya—seperti Genshin Impact atau Wuthering Waves—adalah integrasi sistem pembangunan pabrik atau factory building.
Membangun Markas yang Efisien
Sistem AIC memungkinkan pemain untuk membangun jalur produksi otomatis guna mengolah sumber daya mentah menjadi material upgrade. Fitur ini mengingatkan kita pada game simulasi seperti Factorio, namun dengan antarmuka yang lebih disederhanakan untuk kenyamanan pemain RPG.
Anda harus merancang tata letak conveyor belt, distributor daya, dan mesin pengolah agar bekerja seefisien mungkin. Bagi pemain yang menyukai manajemen mikro, fitur ini adalah surga. Namun, bagi pemain yang lebih suka aksi murni, hal ini mungkin terasa sedikit rumit di awal. Untungnya, GRYPHLINE menyediakan blueprint siap pakai yang memudahkan proses konstruksi bagi pemula.
Kualitas Visual dan Performa Teknis
Tahun 2026 menuntut standar visual yang tinggi, dan Arknights: Endfield berhasil memenuhinya. Menggunakan engine terbaru, game ini menampilkan gaya visual cel-shaded anime yang tajam dengan efek pencahayaan ray-tracing pada platform yang mendukung (PC dan PS5).
Desain Karakter dan Lingkungan
Desain karakter tetap mempertahankan estetika “techwear” khas Arknights yang elegan dan futuristik. Animasi wajah dan gerakan kain terlihat sangat natural. Lingkungan di Talos-II juga tampil hidup; rumput bergoyang tertiup angin, debu beterbangan, dan efek partikel saat pertempuran memanjakan mata tanpa mengganggu pandangan.
Optimasi Lintas Platform
Berdasarkan uji coba pada fase beta terakhir dan rilis awal, performa game ini tergolong stabil. Versi PC mendukung fitur DLSS dan frame generation untuk pengalaman 120 FPS yang mulus. Sementara itu, versi mobile dan PS5 tetap mampu menjaga frame rate stabil di 60 FPS, meskipun dengan beberapa penyesuaian pada resolusi tekstur. Ini membuktikan keseriusan developer dalam menghadirkan pengalaman lintas platform yang konsisten.
Kesimpulan: Apakah Layak Dimainkan?
Arknights: Endfield bukan sekadar spin-off pemanfaat nama besar. Game ini adalah evolusi berani yang menggabungkan aksi RPG, strategi tim, dan simulasi manajemen industri dalam satu paket yang kohesif.
Kelebihan:
-
Sistem kombat real-time yang responsif dan taktis.
-
Fitur AIC (pabrik) memberikan variasi gameplay yang unik.
-
Visual anime kelas atas dengan optimasi yang baik.
-
Cerita dunia (world-building) yang dalam dan misterius.
Kekurangan:
-
Kurva belajar untuk sistem pabrik mungkin agak curam bagi pemain kasual.
-
Beberapa area open world masih terasa sedikit kosong.
Secara keseluruhan, Arknights: Endfield adalah kandidat kuat untuk salah satu RPG terbaik di tahun 2026. Bagi veteran Doktah maupun pendatang baru, petualangan di Talos-II menawarkan pengalaman segar yang sayang untuk dilewatkan. Segera unduh dan mulai perjalanan Anda sebagai Endministrator!